#yoandynikahin Part 6: Martumpol

May 11, 2020

Martumpol (dibaca martupoladalah salah satu tahap prosesi pernikahan adat Batak. Calon pengantin akan membaca janji untuk melangsungkan pernikahan sekaligus menyatakan bahwa calon pengantin tidak lagi memiliki ikatan yang belum diselesaikan.

Iya, saya tahu kualitas fotonya jelek sekali. Saya sama sekali nggak hired fotografer untuk acara martumpol ini. Karena acara intinya hanya sebentar di Gereja saja, kemudian kembali ke rumah keluarga dari pihak saya, setelah itu saya dan (saat itu belum jadi) suami disuruh mengungsi karena kami tidak boleh ikut acara pembahasannya. (Not so) fun fact, saat itu saking penuhnya, kami harus mengungsi ke lorong yang mengarah ke dapur dan toilet. Boro-boro foto-foto cantik, bisa duduk aja kami sudah bahagia. Luar biasa kalau diingat-ingat sekarang.


Makeup dan hairdo: Naomi Salon
Kebaya: Angel Textile - Palembang
Kain batik: dari Almh. Ompung, jahit di Agresia Busana - Ps. Benhil
Sandal: Aldo

Oh ya, saran saya untuk pasangan yang akan martumpol terutama yang bukan di rumah sendiri: bawa baju ganti. Saya sampai sesak nafas seharian menggunakan bustier dan harus duduk selama berjam-jam.

You Might Also Like

0 comments

Thank you for spending your time here. Constructive criticism, question, occasional compliment, or a casual hello are highly appreciated.

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan