TENTANG ADNAOY


Halo! Panggil saja saya An. Ilustrasi wajah saya di sidebar blog ini adalah hasil karya Tias Septilia.

Terinspirasi dari buku List Your Self: Listmaking as the Way to Self-Discovery, saya berusaha untuk membuat (dan akan terus memutakhirkan) list tentang diri saya, yang bertujuan untuk mengenali diri saya lebih akrab lagi. Berikut adalah daftar dari beragam hal mengenai diri saya:

  1. Saya sangat suka membuat list! Mulai dari daftar belanja mingguan, to-do, to-buy, bahkan saya punya catatan things to do when I don't know what to do.
  2. Masih berkaitan dengan list, saya juga suka mengategorikan benda. Semua catatan atau list di dalam aplikasi Keep saya kategorisasi berdasarkan kebutuhan personal, kebutuhan rumah tangga, catatan finansial, ide untuk konten, atau catatan sementara lainnya. Semua kategori tersebut saya bedakan lagi warnanya, sehingga saya tidak kerepotan bolak-balik scroll aplikasi untuk mencari suatu catatan.
  3. I'm an empathetic ambivert.
  4. Saya merupakan ADHD penyintas bipolar dan gangguan kecemasan. Dulu saya merasa sangat kekurangan support system dan wadah untuk saling berbagi kisah, sehingga sekarang saya tidak segan untuk berbagi mengenai pengalaman saya di media sosial dengan harapan ada beberapa orang yang tidak merasa sendirian.
  5. Curiosity killed the cat, but satisfaction brought it back. Saya memiliki ketertarikan terhadap banyak hal, baik praktis ataupun teoritis. This leads to the habit of googling things.
  6. I'm an avid gamer. Sedari kecil saya selalu bermain game. Konsol pertama saya dan saudara saya adalah Nintendo dan gamewatch. Setelah itu Playstation1, lalu beralih ke PC game. Hingga saat ini saya masih bermain game di laptop dan ponsel. Salah satu game favorit saya adalah franchise Final Fantasy, Suikoden, Harvest Moon, dan tentu saja The Sims.
  7. Saya suka memperhatikan, menyunting, dan memikirkan teks. Topik favorit saya saat masih menjadi mahasiswa adalah tentang semiotika dan makna.
  8. Saya berasal dari keluarga berdarah Batak. Tapi saya tidak bisa berbahasa Batak, dan suara saya juga tidak merdu. Jadi marilah kita hentikan stereotip bahwa orang Batak pasti pandai bernyanyi dan memiliki suara merdu.
  9. Keluarga saya sangat menyukai musik. Saya bisa membaca partitur, memainkan organ, piano, recorder, kalimba, dan gitar. Tapi tidak bisa memainkan musik by ear. Demikianlah akhir dari perjalanan menjadi seorang musisi yang bahkan belum dimulai.
  10. Saya pun jadinya selalu mendengarkan musik. Sejak kecil saya sudah diperkenalkan dengan karya The Beatles, ABBA, Bon Jovi, Westlife, dan Bryan Adams. Saat kelas tiga SD, saya mendapat kado ulang tahun berupa walkman dari orang tua saya. Hampir setiap saat telinga saya selalu disumpal dengan earphone. Saat baterai walkman habis adalah momen paling menegangkan karena berarti saya (lagi-lagi) harus meminta baterai baru.
  11. Kombinasi dari kecintaan saya terhadap list dan musik, saya memiliki banyak playlist di akun Spotify saya. Ada playlist khusus berolahraga, commuting, jejogetan sendiri di rumah, dan tentunya playlist untuk merayakan sendu.
  12. Saya adalah seorang Swiftie! Sejak mendengar lagu Crazier dan Teardrops on My Guitar, saya mulai tertarik dengan Taylor Swift dan 'melantik' diri sendiri sebagai Swiftie saat Taylor merilis album Speak Now. I'm in love with her thoughts, stage, lyrics, and easter eggs.
  13. Sejak tahun 2018 salah satu psikolog memperkenalkan saya dengan teknik mindfulness yang bertujuan untuk sadar penuh dan hadir di kondisi saat ini atau to be present. Mindfulness mengajarkan saya untuk mulai 'hadir' dan menikmati hidup secara perlahan... to my surprise, I am enjoying every bit of it.